Skip to main content

Posts

Tukang Hutang Yang Model Begini Harus Dimusnahkan Dari Bumi

Katanya, orang pelit itu kuburannya sempit. Menurut gue, pelit atau nggak pelit, kuburannya mah bakal sempit. Paling ukurannya cuma 2x1 meter. Mana ada yang ukuran kuburannya 3 hektar dilengkapi dapur, kolam renang dan gym?  Tapi meskipun gue nggak percaya mitos itu, gue juga tetep nggak mau jadi orang pelit. Setiap ada temen butuh bantuan, sebisa mungkin gue tolong. Karena gue percaya bahwa ada karma baik maupun karma buruk. Masalahnya, banyak orang yang abis dibantu malah lupa atau sok lupa. Seakan-akan mereka abis disrempet roket Rusia tepat di kepala, dan Amnesia. Akhir-akhir ini gue gedeg banget. Gue pernah punya temen banyak. Kita sering barengan dalam suka duka. Nongkrong bareng, jalan bareng, atau bahkan nginep bareng-bareng. Tapi akhir-akhir ini, gue hampir nggak punya temen nongkrong lagi. Pada ke mana temen-temen gue? Pada kabur. Ngilang. Kenapa mereka ngilang? Nggak.. Mereka nggak meninggal, atau sibuk nanem padi di gurun Sahara kok. Mereka ngilang setelah mereka ngutan...

Kerja itu Menyenangkan, Kalau Dibayar Untuk Main

Gue percaya, dalam hidup, kita selalu punya pilihan yang kentang. Misal, waktu kecil kita punya banyak waktu untuk main, banyak tenaga untuk main, tapi nggak punya banyak uang buat main. Setelah dewasa, kita punya banyak uang untuk main, masih ada tenaga buat main, tapi nggak punya banyak waktu buat main. Sedangkan setelah tua, kita mungkin masih punya uang pensiunan banyak buat main, punya waktu banyak buat main, tapi nggak punya tenaga lagi buat main. Pilihan-pilihan kentang itu bikin hidup serba salah. Tapi sebagai seorang pria yang menolak tumbuh dewasa, gue selalu menyempatkan diri buat main. Meskipun gue bakal ngorbanin waktu dan tenaga yang harusnya gue pake buat istirahat, bakal gue habisin buat main. Kenapa? Sebagai penulis, gue perlu melatih imajinasi secara berkala. Kalo sampe otak gue dikuasai logika, gue nggak bakal bisa lagi nulis cerita. Di titik itu, karier gue sebagai penulis, tamatlah sudah. Kalo gue nggak bisa nulis cerita lagi, ujung-ujungnya gue bakal nerbitin buku...

Hal-hal Norak Yang Mungkin Sering Lo Lakuin Karena Belum Mengerti

Selama 17 tahun gue lahir dan hidup di Indonesia, gue udah makan asam garam dan asam lambung kehidupan di negeri ini. Indonesia adalah negeri yang indah, tapi sayang sebagian penduduknya masih suka melakukan hal yang (ntah sengaja atau tidak) norak dan berujung merugikan orang lain. Terutama orang-orang yang ususnya cuma 3 centimeter, alias nggak sabaran. Jadi, hari ini gue bakal sharing tentang beberapa hal norak yang sering dilakuin oleh orang-orang pada saat menggunakan fasilitas umum. Apa aja contohnya? Here they are: Norak di Lift Lo sering nongkrong di mall? Mallnya ada 800 lantai? Lift adalah pilihan yang oke buat pindah dari lantai ke lantai. Soalnya kalo mau pakai tangga dari lantai dasar ke lantai 800, dijamin sampai ujung sana lo bakal kena hernia. Testis pindah ke mata kaki. Tapi, taukah bahwa penggunaan lift itu ada aturannya juga? Jadi gini, gue sering ngalamin, mencet tombol lift, terus nunggu liftnya tiba, begitu liftnya tiba, ternyata di dalam udah penuh manusia. Gue p...

Review: All You Need Is Food

Tanggal 25 April kemarin, ada sebuah acara keren, di tempat keren, bersama orang-orang keren. Setelah secara resmi dibuka pada tanggal 23 April 2015, Eat Republic bikin acara seru yang berjudul, �All You Need is Food�. Bintang tamunya juga keren, G-Pluck Beatles, semacam band The Beatles dengan nuansa dan muka lokal gitu deh. Sejak pukul tujuh pagi udah banyak Repeat yang berdatangan untuk sarapan di Eat Republic. Semua panitia melakukan persiapan terakhir menjelang dimulainya �All You Need Is Food�. Tepat pada pukul 10.30 MC Danny memulai acara dengan lawakan-lawakan khasnya yang membuat para Repeat di sekitar Plaza Eat Republic mulai memperhatikan panggung utama. Setelah pembukaan dari MC Danny diadakan pembacaan proklamasi berkumpulnya beragam menu Nusantara di Eat Republic oleh Bapak Agus Saepudin selaku General Manager Eat Republic yang juga memanggil Bapak Michael Wirawan selaku CEO Wiraland Property Group, Bapak Rahmat Tsjim Deputy CEO Wiraland Property Group dan Pak Bondan Win...

Kamu Termasuk Pengguna Path Yang Begini, Nggak?

Internet itu rasanya kayak toko serba ada. Segala yang kita butuhkan udah disediain di sana. Yang pengin belanja, disediain toko online. Yang butuh teman, disediain aplikasi chatting. Yang bosen hidup, disediain situs bokep. Nah, sosial media adalah aplikasi penampung curhatan yang paling laris di jagad internet. Memang gokil sih.. Ada yang bilang, orang Amrik punya facebook, Whatsapp, Instagram, Orang Korea punya Kakaotalk, Orang Jepang punya Line, dan Orang Indonesia punya waktu buat make semua aplikasi itu. Taun ini, sosial media yang digunain orang udah sangat bervariasi. Padahal zaman gue STM dulu, kalo mau update status paling ditulis di meja kelas pake tipe-x. Atau kalo mau bikin profil, biasanya kita tukeran diary sama temen, lalu tulis profil dari nama, TTL, Hobi, MaFa, MiFa, dan Testimoni tentang si pemilik diary. Anak 2000an nggak bakal ngerti konsep sosial media offline ini. :p Zaman sekarang, yang doyan curhatnya dibaca banyak orang, pake Twitter. Pecundang yang cuma beran...

Bedanya Hubungan Jadul dan Sekarang

Kemarin gue lagi nongkrong, tiba-tiba dipamerin sama Supri sebuah foto cewek cantik banget. "Gimana menurut lo? Cantik nggak? Hehehe.." Ucap Supri sambil menyodorkan layar hapenya ke muka gue. Gue pun segera cebok, menyiram kloset, lalu bangkit. "Mayan.." Supri segera menggeser layar hapenya, lalu muncul lagi foto cewek yang lebih cantik. "Kalo yang ini gimana?" "Oke lah.. Lo kenapa deh? Dari tadi nawarin foto-foto cewek mulu, kayak mucikari." Gue tinggalin Supri yang masih duduk di depan kloset sambil megangin hape. Sesaat kemudian dia nyusulin gue. "Tenang Boy.. Ini semua pacarku! Hahaha!"  "Boong! Kok gue gak pernah liat kalian jalan?!" "Soalnya kami LDR-an, Boy.. Cewek yang satu ini tinggal di Jerman, sedangkan yang satunya, di Lebanon." "Apa gunanya pacaran, kalo nggak pernah ketemuan? Gandengan? Pelukan? Guling-gulingan?" "Yang penting punya deh.. Dua pula! Hahahaha!" Supri pergi ninggalin g...

Hal-hal Yang Bikin Twitter Jadi Nggak Seru

Tadi gue ketemu sama sahabat-sahabat gue yang pernah selalu kompakan mengguncang twitter bareng. Gue punya dua sahabat yang masih jalan ampe sekarang, dan dulu orang-orang suka nyebut kami Trio SPBU (Shitlicious, Poconggg, Benakribo Unyu!). Dulu kami sering seru-seruan di twitter. Mulai dari saling bully (tanpa melukai hati), sampai bikin komik strip komedi. Untuk contoh komik SPBU, silakan cek di sini . Nggak kerasa, 3 tahun sudah kami saling sibuk dengan dunia masing-masing. Arief (poconggg) sibuk main Ask.fm, Benakribo sibuk ngurusin Indovidgram, dan gue sibuk nolakin cewek-cewek. Banyak perubahan yang terjadi di dalam diri kita memang. Coba lihat foto di bawah ini: SPBU versi 2012 dan 2015 Iya, kita semua melebar, kecuali Arief, dia malah memendek. Mungkin dia lagi ikut trend dunia otomotif, jadinya kakinya diceperin. Sepulangnya dari reunian bareng mereka, gue jadi kepikiran, kenapa twitter sekarang nggak seru kayak dulu? Ramenya sih masih rame, tapi kok atmosfirnya nggak semenyen...