Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Renungan Ngakak

Masih Minta Uang Jajan Kok Udah Pacaran?

Kemarin gue iseng-iseng buka Facebook buat ngeliat-ngeliat temen-temen SMP gue sekarang bentuknya kayak apa. Soalnya, buat orang yang udah terlanjur tua, susah nyari orang baru buat dideketin. Jadi, salah satu jalan buat nyari jodoh adalah mencari orang-orang dari masa lalu buat dideketin lagi. Tapi, ngubek-ngubek FB berjam-jam, hasilnya gue nemuin temen-temen SMP gue udah pada jadi fosil. Sial.. Gue ngerasa udah terlalu tua. Yang lebih mengejutkan, saat gue ngubek-ngubek FB itu, gue nemuin postingan kayak gini: Gue perhatiin profile picturenya, isinya foto balita. Gue prediksi, yang nulis status kayak gitu tuh adalah seorang ibu rumah tangga yang memuja suaminya. Uhhh.. So sweet. Nah, gue kan jadi kepo. Gue liat album-albumnya lah.. Siapa tau ada foto pre-wed mereka yang bakal bikin gue melting. Tapi yang gue temuin malah fakta yang mencengangkan! Yap! Ternyata di album foto tuh orang, gue nemuin foto pasangan yang dipuja-puja wanita itu. Dan pria itu adalah... Bocah SD! Terus gue kep...

Beberapa Cara Untuk Jadi Pribadi Yang Menarik

Suatu pagi, Supri membawa seikat bunga untuk diberikan kepada Ningsih, cinta pertamanya sejak sama-sama belajar di TK Salero Bundo. Ningsih kini sudah tumbuh dewasa, tingginya 190cm, karena Ningsih suka memakai higheels sepanjang 25cm. Supri sudah mencoba berulang kali menunjukan isi hatinya kepada Ningsih, namun bukan hanya ditolak, Ningsih malah tak pernah tahu bahwa Supri pernah tercipta di dunia. Kenapa? Karena Supri tak pernah berhasil untuk mengajak Ningsih bicara empat mata. Setiap dia berada di dekat Ningsih, nyalinya menghilang begitu saja. Supri selalu mendadak merasa seperti kehilangan semua tulang di tubuhnya. Pagi itu, Supri sudah mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengajak Ningsih bicara dengan berbekal seikat bunga. Dia sudah merancang rencana untuk berkenalan itu sejak 10 taun yang lalu. Dia ingin berkenalan dengan Ningsih, lalu memberikan seikat bunga yang dia bawa. Di dalam seikat bunga itu, Supri meletakan sebuah surat yang berisi segala kesan-kesan indahnya atas...