Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Curhat Sesat

Gue Pernah Dipukul Guru

"MAU JADI APA KALIAN?!" Teriak Pak Slamet, guru berbadan tegap dan suara menggelegar itu kepada kami, 6 siswa STM yang ketauan judi kartu di WC sekolah. Kami semua terdiam, badan bergetar, keringat menetes-netes. Pak Slamet kembali berteriak, "TARUH TANGAN KALIAN DI MEJA SAYA! SEKARANG!" Kami hanya bisa mengikuti perintah beliau. Kami takut, kalo kami nggak nurut, Pak Slamet berubah jadi Megatron. Kami pun meletakkan tangan kami di meja guru kelas secara sejajar dengan perasaan was-was. Semua anak-anak di kelas baca Surat Yasin secara berjamaah. Pak Slamet kemudian mengambil sebuah penggaris kayu sepanjang satu meter yang biasa dipakai untuk mengajar. Tak memberi aba-aba, beliau langsung memukulkan kayu itu ke tangan kami yang tergeletak di meja itu. Kami berteriak kesakitan dan memohon ampun. Singkat cerita, pulang sekolah, gue dan 5 teman lain kesulitan untuk naik sepeda motor karena jari tangan kami memar semua. Kejadian seperti di atas, bukanlah hal yang asing l...

Youtube Lebih dari TV?

As a man who has been living long enough to see the evolution of social life.. Halah... Gak perlu pake bahasa Inggris. Gak nambah ganteng juga. Jadi gini, kemarin gue kaget liat keponakan, masih TK, tiba-tiba nyeletuk, "I don't give a f*ck, Bi*ch!", sebagai seorang Om yang budiman, gue shock mendengar kalimat itu keluar dari bibir bocah yang makan bubur aja kadang ngunyahnya belum halus. Gue pun nasihatin dia, "Dek.. Gak boleh ngomong gitu. Gak baik." Ucap gue sambil mengelus kepalanya pake tongkat baseball. Lalu dia melompat-lompat sambil menjawab, "I d*nt give a f*ck, bi*ch! I don't-I don't give a f*ck! Boom!" Sesaat kemudian tongkat baseball yang tadi gue pegang retak, dan kepala tuh bocah keluar darah. Becanda ding... Yep.. Seperti yang gue pelajari, gak ada anak nakal, yang ada adalah anak yang meniru. Begitu juga dengan keponakan gue itu. Dia tidak berniat untuk berbuat hal yang tidak baik di mata kita. Dia hanya meniru hal-hal menarik d...

Tipe-tipe Teman Yang Pasti Akan Pernah Kamu Temui Dalam Hidup

  Eyang gue pernah bilang, "Di belakang orang sukses, akan selalu ada tiga pihak: Pembenci, Pendukung, dan Penjilat." Dulu gue nggak  ngerti maksud eyang gue itu apa, tapi setelah gue berkarier, akhirnya gue mampu memahaminya. Selama 17 tahun gue hidup di dunia, dari zaman masih orok hingga jadi pria tampan nan dewasa seperti sekarang, gue sudah menemukan berbagai bentuk karakter manusia. Tak bisa dipungkiri, mereka juga turut andil dalam membentuk karakter gue hingga jadi kayak begini. Nah, setelah gue analisa secara lebih mendalam, akhirnya gue bisa mengklasifikasikan beberapa tipe teman yang pernah sekedar mampir dalam hidup, atau masih eksis mengisi hidup gue. Pembenci (Hater) Buat sebagian orang, haters itu akan dianggep sebagai musuh. Tapi buat gue, haters itu tetep masuk ke dalam daftar teman. Teman yang cukup penting, malah. Kenapa? Karena haters adalah orang yang tak lelah mencari-cari kekurangan gue untuk dijadikan bahan hujatan. Nah, kalo dalam proses pembuatan web...

Tukang Hutang Yang Model Begini Harus Dimusnahkan Dari Bumi

Katanya, orang pelit itu kuburannya sempit. Menurut gue, pelit atau nggak pelit, kuburannya mah bakal sempit. Paling ukurannya cuma 2x1 meter. Mana ada yang ukuran kuburannya 3 hektar dilengkapi dapur, kolam renang dan gym?  Tapi meskipun gue nggak percaya mitos itu, gue juga tetep nggak mau jadi orang pelit. Setiap ada temen butuh bantuan, sebisa mungkin gue tolong. Karena gue percaya bahwa ada karma baik maupun karma buruk. Masalahnya, banyak orang yang abis dibantu malah lupa atau sok lupa. Seakan-akan mereka abis disrempet roket Rusia tepat di kepala, dan Amnesia. Akhir-akhir ini gue gedeg banget. Gue pernah punya temen banyak. Kita sering barengan dalam suka duka. Nongkrong bareng, jalan bareng, atau bahkan nginep bareng-bareng. Tapi akhir-akhir ini, gue hampir nggak punya temen nongkrong lagi. Pada ke mana temen-temen gue? Pada kabur. Ngilang. Kenapa mereka ngilang? Nggak.. Mereka nggak meninggal, atau sibuk nanem padi di gurun Sahara kok. Mereka ngilang setelah mereka ngutan...

Hal-hal Norak Yang Mungkin Sering Lo Lakuin Karena Belum Mengerti

Selama 17 tahun gue lahir dan hidup di Indonesia, gue udah makan asam garam dan asam lambung kehidupan di negeri ini. Indonesia adalah negeri yang indah, tapi sayang sebagian penduduknya masih suka melakukan hal yang (ntah sengaja atau tidak) norak dan berujung merugikan orang lain. Terutama orang-orang yang ususnya cuma 3 centimeter, alias nggak sabaran. Jadi, hari ini gue bakal sharing tentang beberapa hal norak yang sering dilakuin oleh orang-orang pada saat menggunakan fasilitas umum. Apa aja contohnya? Here they are: Norak di Lift Lo sering nongkrong di mall? Mallnya ada 800 lantai? Lift adalah pilihan yang oke buat pindah dari lantai ke lantai. Soalnya kalo mau pakai tangga dari lantai dasar ke lantai 800, dijamin sampai ujung sana lo bakal kena hernia. Testis pindah ke mata kaki. Tapi, taukah bahwa penggunaan lift itu ada aturannya juga? Jadi gini, gue sering ngalamin, mencet tombol lift, terus nunggu liftnya tiba, begitu liftnya tiba, ternyata di dalam udah penuh manusia. Gue p...

Kamu Termasuk Pengguna Path Yang Begini, Nggak?

Internet itu rasanya kayak toko serba ada. Segala yang kita butuhkan udah disediain di sana. Yang pengin belanja, disediain toko online. Yang butuh teman, disediain aplikasi chatting. Yang bosen hidup, disediain situs bokep. Nah, sosial media adalah aplikasi penampung curhatan yang paling laris di jagad internet. Memang gokil sih.. Ada yang bilang, orang Amrik punya facebook, Whatsapp, Instagram, Orang Korea punya Kakaotalk, Orang Jepang punya Line, dan Orang Indonesia punya waktu buat make semua aplikasi itu. Taun ini, sosial media yang digunain orang udah sangat bervariasi. Padahal zaman gue STM dulu, kalo mau update status paling ditulis di meja kelas pake tipe-x. Atau kalo mau bikin profil, biasanya kita tukeran diary sama temen, lalu tulis profil dari nama, TTL, Hobi, MaFa, MiFa, dan Testimoni tentang si pemilik diary. Anak 2000an nggak bakal ngerti konsep sosial media offline ini. :p Zaman sekarang, yang doyan curhatnya dibaca banyak orang, pake Twitter. Pecundang yang cuma beran...

Bedanya Hubungan Jadul dan Sekarang

Kemarin gue lagi nongkrong, tiba-tiba dipamerin sama Supri sebuah foto cewek cantik banget. "Gimana menurut lo? Cantik nggak? Hehehe.." Ucap Supri sambil menyodorkan layar hapenya ke muka gue. Gue pun segera cebok, menyiram kloset, lalu bangkit. "Mayan.." Supri segera menggeser layar hapenya, lalu muncul lagi foto cewek yang lebih cantik. "Kalo yang ini gimana?" "Oke lah.. Lo kenapa deh? Dari tadi nawarin foto-foto cewek mulu, kayak mucikari." Gue tinggalin Supri yang masih duduk di depan kloset sambil megangin hape. Sesaat kemudian dia nyusulin gue. "Tenang Boy.. Ini semua pacarku! Hahaha!"  "Boong! Kok gue gak pernah liat kalian jalan?!" "Soalnya kami LDR-an, Boy.. Cewek yang satu ini tinggal di Jerman, sedangkan yang satunya, di Lebanon." "Apa gunanya pacaran, kalo nggak pernah ketemuan? Gandengan? Pelukan? Guling-gulingan?" "Yang penting punya deh.. Dua pula! Hahahaha!" Supri pergi ninggalin g...