"MAU JADI APA KALIAN?!" Teriak Pak Slamet, guru berbadan tegap dan suara menggelegar itu kepada kami, 6 siswa STM yang ketauan judi kartu di WC sekolah. Kami semua terdiam, badan bergetar, keringat menetes-netes. Pak Slamet kembali berteriak, "TARUH TANGAN KALIAN DI MEJA SAYA! SEKARANG!" Kami hanya bisa mengikuti perintah beliau. Kami takut, kalo kami nggak nurut, Pak Slamet berubah jadi Megatron. Kami pun meletakkan tangan kami di meja guru kelas secara sejajar dengan perasaan was-was. Semua anak-anak di kelas baca Surat Yasin secara berjamaah. Pak Slamet kemudian mengambil sebuah penggaris kayu sepanjang satu meter yang biasa dipakai untuk mengajar. Tak memberi aba-aba, beliau langsung memukulkan kayu itu ke tangan kami yang tergeletak di meja itu. Kami berteriak kesakitan dan memohon ampun. Singkat cerita, pulang sekolah, gue dan 5 teman lain kesulitan untuk naik sepeda motor karena jari tangan kami memar semua. Kejadian seperti di atas, bukanlah hal yang asing l...