Skip to main content

Kerja itu Menyenangkan, Kalau Dibayar Untuk Main

Gue percaya, dalam hidup, kita selalu punya pilihan yang kentang. Misal, waktu kecil kita punya banyak waktu untuk main, banyak tenaga untuk main, tapi nggak punya banyak uang buat main. Setelah dewasa, kita punya banyak uang untuk main, masih ada tenaga buat main, tapi nggak punya banyak waktu buat main. Sedangkan setelah tua, kita mungkin masih punya uang pensiunan banyak buat main, punya waktu banyak buat main, tapi nggak punya tenaga lagi buat main. Pilihan-pilihan kentang itu bikin hidup serba salah.

Tapi sebagai seorang pria yang menolak tumbuh dewasa, gue selalu menyempatkan diri buat main. Meskipun gue bakal ngorbanin waktu dan tenaga yang harusnya gue pake buat istirahat, bakal gue habisin buat main. Kenapa? Sebagai penulis, gue perlu melatih imajinasi secara berkala. Kalo sampe otak gue dikuasai logika, gue nggak bakal bisa lagi nulis cerita. Di titik itu, karier gue sebagai penulis, tamatlah sudah. Kalo gue nggak bisa nulis cerita lagi, ujung-ujungnya gue bakal nerbitin buku saku Pramuka.

Itulah kenapa sampai sekarang, di saat gue udah sering dipanggil �Om� sama cewek-cewek yang gue taksir ini, gue masih doyan ngoleksi mainan. Iya.. Mainan anak-anak seperti Lego, Action figure, dan R/C.

A photo posted by Alitt Susanto (@shitlicious) on




Ntah kenapa, kepercayaan gue dulu bahwa �Apapun yang dilakukan secara konsisten, pasti akan menghasilkan sesuatu� ternyata menjadi nyata. Gue, suka banget bikin video stop-motion dengan menggunakan mainan-mainan yang gue punya. Soalnya, dari kecil gue selalu mimpiin kalo para mainan ini benar-benar bisa hidup dan bergerak. Berkat bantuan teknologi, akhirnya hal itu bisa gue wujudkan. Gue bikin video-video stop-motion sesuai dengan imajinasi liar gue, lalu gue upload di sosial media!

A video posted by Alitt Susanto (@shitlicious) on




Ternyata, berkat ketekunan gue dalam pembuatan video-video itu, akhirnya membuahkan hasil yang di luar dugaan. Padahal, niat bikin video-video itu beneran cuma buat main-main. Belakangan gue dihubungin oleh agensi yang memegang marketing produk. Mereka minta gue buat bikin video yang disisipkan produk mereka di sana. Iya, gue dibayar untuk melakukan hal yang gue suka. Gue dibayar untuk bermain. Menyenangkan, bukan? :D

Tapi tenang, gue nggak cuma berbagi tentang kerjaan impian gue doang kok. Gue juga mau bagi-bagi info bahwa lagi ada lowongan dengan gaji Rp. 20 juta per bulan, di mana tugas lo itu CUMA DISURUH MAIN doang!


SERIUS! Ini bukan becandaan garing buat april-mop, toh April udah lewat. Untuk info lebih lanjut, langsung klik aja -> KERJA ITU MAINDaftar, dan ikuti semua syarat/prosedur yang tertera di website itu, lalu tunggu pengumumannya! Kalo lo kepilih, lo bakal digaji Rp. 20 juta/bulan hanya untuk main! Sumpah! Cuma buat main, bukan kerja kantor yang bikin migren! Yok daftar.. Nunggu apa lagi? Nunggu saingan banyak? Jangan deh~

Udahan dulu bahas lowongan kerjanya, kembali ke soal kerjaan gue. Selain bikin video dengan koleksi mainan gue, sebagai penulis gue juga suka banget nulis. (Ya iyalah..) Menjadi penulis itu adalah sebuah profesi yang hampir tanpa perlu modal finansial. Yang diperlukan hanya ide dan imajinasi. Ide bisa datang dari mana aja. Yang paling sering adalah ide yang datang dari masalah yang dihadapi. Terutama masalah hati. Buat gue, setiap patah hati, bisa jadi sumber royalti. Itulah kenapa, gue nggak pernah musuhin mantan. Justru karena mereka, gue bisa dapet duit. Hahaha!

Setelah beberapa buku gue telurkan, sebenarnya masih ada impian yang belum terwujud di bidang penulisan. Nulis sambil traveling adalah impian gue sejak dulu. Di mana gue pergi keliling dunia, lalu menuliskan pengalaman gue selama melakukannya, lalu jadi buku, dan balik modal lagi deh. Seru kan? Bisa keliling dunia, lalu dapet duit pula. Itu satu lagi bukti bahwa jadi penulis itu nggak perlu modal duit gede-gede. Karena  untuk jualan cerita, nggak perlu belanja bahan bakunya. :p

Beberapa kali gue sempat nyoba traveling sih, dengan tujuan saat nemuin inspirasi, gue bisa langsung nulis ceritanya di situ juga. Sayangnya, laptop yang gue punya buat nulis ini nggak friendly buat dipake traveling. Wajar, dulu gue terjebak pada pilihan gue perlu laptop yang speknya tinggi untuk editing video. Endingnya karena pilihan itu, gue pun dapet laptop yang bisa bikin punggung gue bengkok 90 derajat kalo kelamaan ngegendong.

Pengin banget rasanya gue punya gadget yang bisa gue pake traveling tanpa bikin ribet dan bikin beban selama perjalanan. Mungkin semacam 2 in 1 notebook gitu bisa efektif buat gue pake. Perpaduan antara laptop dan tablet dalam 1 gadget? Itu baru namanya praktis!

Kemarin gue iseng-iseng browsing, terus nemu gadget yang speknya memenuhi kriteria yang gue mau. Acer Switch 10 namanya. Notebook yang bisa juga jadi tablet ini berhasil mencuri perhatian gue waktu lagi youtube-ing.



Dengan spek yang menyenangkan, gadget ini layak buat dibawa-bawa pas gue harus kerja sambil traveling.


Layar 10.1�-nya tidak terlalu besar, dan masih enak buat baca. RAM 2 GB, cukup mumpuni buat multi-tasking. Dan OS Windows 8.1 yang bentar lagi bakal dapet upgrade gratis ke Windows 10, fitur-fiturnya pasti bakal sangat ngebantu gue buat bekerja.

Duh, ngeliatin videonya mulu jadi makin pengin punya nih gadget. Nabung dulu deh.. Mungkin sekali lagi gue patah hati, bakal ngasih cukup duit buat beli gadget ini. :p

Oke, itu dulu sharing gue soal Kerja sambil bermain. Intinya pesen gue adalah, lakukan hal yang lo suka. Lalu hasilkan sesuatu dari kegiatan itu. Tekuni, konsisten, dan sabar adalah kuncinya. Sehingga saat ada orang tertarik dengan hal yang lo ciptakan, kelak lo bakal ngerasa elo nggak perlu kerja selamanya. Karena lo sudah dibayar untuk melakukan hal yang elo suka. Iya, cara menikmati hidup itu bukan dengan ngumpulin duit sambil bekerja, tapi ngumpulin duit sambil berkarya. Itu namanya hidup dalam serpihan surga.

Nah, lo udah pernah ngalamin kerja serasa main-main juga kah? Coba dibagiin pengalamannya di kolom komentar. Atau, kerja impian lo tuh yang kayak apa sih? Gue penasaran~

Thanks for reading~

Comments

Popular posts from this blog

Heboh, Kakek Asal Karawang Ini Bernama Kanjut

Heboh, Kakek Asal Karawang Ini Bernama Kanjut - Kakek yang berasal dari Karawang ini disebut-sebut memiliki nama yang aneh yaitu bernama kanjut. Dikutip Merdeka.com Namanya mendadak tenar di sosial media dan beberapa aplikasi layanan pesan gratis, akibat capture dari Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Indonesia Sehat miliknya tersebar luas. Ketenaran itu pun akibat nama Kanjut memiliki arti alat kelamin pria dalam bahasa Sunda. Berdasarkan penuturan kakek jago silat tersebut, dirinya terlahir dengan nama Rasyid. Namun akibat sering menderita sakit saat usia 6 Tahun, Mantri setempat pun meminta kedua orang tuanya untuk mengganti nama Rasyid dengan Kanjut.  Image From : Merdeka.com "Nama asli mah Rasyid, cuma karena sering sakit, disuruh ganti nama sama Mantri Narim menjadi Kanjut," ungkap kakek yang berprofesi sebagai buruh tani tersebut. Usai berganti nama, sakit yang diderita oleh Kanjut pun akhirnya sembuh. Untuk diketahui, kebanyakan orang tua dahulu percaya bahwa sakit yang d...

Inilah Dosa 24 Jam Seorang Wanita Di Facebook

Inilah Dosa 24 Jam Seorang Wanita Di Facebook - Facebook merupakan search engine terbesar di dunia. Jumlah pengguna facebook sendiri sudah berapa juta di Indonesia. Karena facebook adalah salah satu sosial media yang mudah digunakan serta bisa berkomunikasi dengan orang-orang jauh dengan cara komentar atau mengirim pesan. Dengan adanya facebook juga kita bisa berbisnis online dan melakukan beberapa hal yang positif di dalam sosial media ini. Tapi,tahukah Bagi kalian wanita yang sering aktif di Facebook tahukah anda tentang hukum seorang wanita memajang foto wajahnya di facebook? Beberapa orang banyak yang kurang setuju dengan kegunaan Facebook. Karena banyak wanita yang menggunakan foto pribadinya sebagai foto profil di facebook. Biasanya mereka akan memilih foto yang paling cantik dan bagus. Hal ini membuat semua orang, termasuk laki-laki dapat melihat foto secara detail. Yang menyebabkan mereka tidak setuju dengan manfaat media sosial ini. Bahkan mereka berpendapat bahwa wanita canti...

Terungkap, Sebelum Ada Toilet Dulu Tinja Dibuang Lewat Jendela

Terungkap, Sebelum Ada Toilet Dulu Tinja Dibuang Lewat Jendela -  Sebelum ada toilet, dulu tinja dibuang lewat jendela. Bisa dibayangkan betapa jorok dimasa lalu masyarakat masih belum mengerti akan sistem pembuangan kotoran dan kebersihan. Tentunya kita harus berterima kasih kepada penemu toilet, sekarang dengan toilet kita bisa menjaga kebersihan diri sendiri. Lalu seperti apa perkembangan dari toilet hingga saat ini? Sejarah Sebelum Ada Toilet, Dulu Tinja Dibuang Lewat Jendela Berikut perkembangan sejarah toilet dan sanitasi di dunia: 1. Sebelum ditemukan toilet pertama, masyarakat di Inggris, London merasa kesulitan untuk membuang air besar dan kecil. Pertama cara yang digunakan adalah menggunakan pispot lalu dibuang di parit. Karena semakin banyak warga maka cara tersebut tidak efisien dan tidak ramah lingkungan. Bagi masyarakat London yang tinggal di rumah susun merasa kesulitan karena harus naik turun tangga untuk membuang kotoran, dan alhasil mereka membuang isi pispot lewa...