Kemarin gue ngobrol-ngobrol sama temen gue yang udah cukup dewasa. Dia baru saja ditinggalkan oleh suaminya. Sebut saja, Ningsih namanya. Ningsih curhat tentang cowok-cowok yang mendekati dia cuma karena alasan dia adalah seorang janda. Dia pun stress juga karena setiap cowok yang ngedeketin dia, tujuannya nggak ada yang serius. Selalu cuma mau main-main, atau cuma seneng-seneng doang. Karena alasan itu, akhirnya Ningsih males buat pacaran lagi. Dia jadi apatis sama setiap cowok yang mau mendekati dia. Tapi dari semua cowok-cowok iseng itu, Ningsih juga bercerita tentang seorang cowok yang mendekati dia secara tekun. Hampir setahun lamanya cowok itu selalu menghubungi Ningsih secara intens. Tuh cowok lebih muda dari dia, punya karier yang oke, dan kehidupan yang mapan. Saat gue tanya, apakah Ningsih akan menerima cowok itu, Ningsih menjawab tidak. Ningsih bilang, dia ngerasa nggak layak buat dimiliki cowok itu karena Ningsih punya banyak kekurangan. Statusnya yang sudah janda, anaknya ...