Skip to main content

Posts

Jalan-jalan ke Shanghai, Berakhir Aduhai

Gedung tinggi menjulang, lampu berwarna-warni, menjadi pemandangan yang memanjakan mata setiap hari. Mungkin hal itu bikin elo pengin tinggal di luar negeri. Begitu juga gue. Pas gue ngeliat film-film Jackie Chan, gue jadi pengin main ke China. Karena, konon China itu negara yang cukup digdaya. Pemandangan semacam ini, bikin gue semakin nafsu buat main ke sana. Itulah kenapa, gue mutusin buat main ke Shanghai! Yeay! Beberapa teman sempat mengingatkan untuk memilih kota lain aja, tapi gue nggak mempedulikan mereka. Karena, gue jalan-jalan bukan untuk nyari kesenangan, melainkan keresahan. Keresahan untuk apa? Untuk ditulis menjadi sebuah buku. Hihi! Wah.. Imigrasi China menerima kedatangan Alien Tapi setelah gue nyampe di Shanghai, segala ekspektasi gue atas indahnya kota itu pun bubar jalan. Karena, kenyataannya pemandangan yang gue liat di Shanghai pas siang hari adalah seperti ini. This city is only good to hang out at night Iya, itu semua adalah polusi udara, berkat banyaknya indust...

Tip Agar Tidak Tertipu Saat Berbelanja Online

Gue adalah jomblo yang udah nggak percaya lagi sama cinta. Sehingga, gue pun sering ngerasa kesepian saat malam minggu tiba. Berawal dari keresahan itu, beberapa bulan yang lalu gue pun mencoba untuk membeli �teman� di online shop. Yang gue beli adalah sebuah robot. Iya, robot. Robotnya nggak berbentuk Aura Kasih kok, tapi mirip sama robot perang. Awalnya, gue keracunan iklan robotnya di Youtube. Robot itu bisa joget, bisa karate, dan gue berharap, dia bisa gue suruh beli mie instant di warung. Setelah penjual mengkonfirmasi barang itu masih ada, gue pun transfer duit ke penjualnya, dan gue kirim bukti transfer via chat. Setalah uangnya sukses ditransfer, mendadak tuh orang nggak bisa gue kirimin chat lagi, gue coba telpon pun nggak aktif nomornya. Gue sebel. Gue berasa di-PHP-in oleh gebetan yang udah banyak gue kasih pengorbanan. Saat itu, gue doain si penipu giginya bisulan. Nah, berbekal dari pengalaman itu, gue pun segera mencari tau tentang cara-cara agar belanja online lebih ama...

Jangan Berkomitmen Karena Alasan Ini..

Tiap lebaran, tiap arisan keluarga, tiap ada saudara nikahan, lo (yang udah dianggap dewasa) pasti gerah sama pertanyaan "Kapan nikah?" Mungkin pertanyaan itu buat para penanya cuma basa-basi semata. Tapi buat lo yang usianya memang udah layak nikah, namun belum juga punya pasangan (atau punya pasangan tapi dia nggak ngasih-ngasih kepastian), pertanyaan itu bisa bikin resah. Apalagi kalo pertanyaan semacam itu diulang-ulang terus setiap ketemu saudara. Lama-lama bikin kita pengin pindah ke Mars dan  belajar membahagiakan diri sendiri. Tenang.. Di postingan ini, gue mau berbagi tentang beberapa alasan untuk tetap sendiri dulu daripada terjebak hubungan palsu. Iya, jangan sampai lo mencoba berkomitmen (pacaran/nikah) karena alasan-alasan di bawah ini, karena efeknya bisa bahaya: Kesepian Serunya hidup saat punya banyak teman buat diajak ke mana-mana. Berbagi canda tawa, maupun berbagi perihnya luka. Tapi kadang kesenangan itu hilang, saat mereka mulai jatuh cinta. Karena tak ak...

Yuk, Belajar Nulis Kreatif Bareng Gue! 4 Pertemuan, Gratis Semua!

Halo.. Halo.. Maaf teman-teman, akhir-akhir ini gue jarang ngeblog. Tapi gue nggak mau disebut penulis murtad, karena di luar ngeblog, gue juga masih sibuk di dunia tulis menulis juga. Bulan kemarin, gue full sibuk syuting film Relationshit, yang diangkat dari cerita di buku ketiga gue. Bulan ini, gue sibuk nulis skenario buat serial baru. Hihihi.. Kalo dipikir-pikir, seru kan ya.. Melakukan hal yang awalnya adalah hobi, tapi ternyata bisa ngasilin duit begini. Soalnya, sesibuk-sibuknya gue garap tulisan di NYUNYU, garap skenario serial, garap skenario film, nulis buku, rasanya nggak ada capek-capeknya tuh. Mungkin, karena gue seneng mulu setiap ngelakuin aktivitas itu. Nah, kalo lo tertarik buat melakukan hal yang serupa karena punya minat untuk menjadi penulis, gue mau banget bantuin lo. Kebetulan, gue dikasih kesempatan serta media buat berbagi ilmu oleh Loop. Intinya, gue diajak buat berbagi ilmu menulis gue kepada semua orang yang ada di Indonesia, maupun dunia. Cara ikutannya ngg...

5 Masalah Hidup Yang Bisa Diatasi Oleh Smartphone

Dua belas tahun yang lalu, tepatnya saat gue masih duduk di meja STM, memiliki hape adalah hal yang sangat jarang ditemui bagi orang-orang di kota gue. Dan saat itu, Nokia 3310 yang udah sangat canggih pada zamannya. Punya tuh hape, pasti pengin pamer ke mana aja. Biasanya tuh hape dikalungin di leher, atau ditaroh di kantong depan biar nongol bagian layarnya, sehingga orang-orang takjub, �Wow! Dia punya hape Nokia 3310!�. Dan kalo lagi terjebak tawuran, ngelemparin Nokia 3310 ke jidat lawan, niscaya akan membuatnya gegar otak sesaat. Padahal, fitur hape zaman itu tuh belum secanggih zaman sekarang. Komunikasi cuma bisa dilakukan via dua cara: Telpon dan SMS. Udah gitu, tarifnya juga nggak semurah sekarang. Bayangkan, mengirim 1 SMS doang (iya, teks doang) , tarifnya adalah Rp. 350. Itulah kenapa pelaku LDR di zaman itu masih sangat sedikit. Soalnya, kalo setiap hari mereka ngirim 100 SMS aja buat ngobrol apa pasangan, niscaya dalam setahun mereka bakal makan betis sendiri buat bertaha...

Peluang Karier itu Ada di Mana-mana. Asal Kita Jeli Melihatnya.

Saat gue baru pindah di Jakarta, gue nemuin culture shock yang lumayan bikin gue keliatan kayak orang yang kekurangan garam beryodium. Keseringan bengong, heran, dan ngileran. Salah satunya, gue pernah kejebak hujan pas abis meeting di sebuah cafe area Senayan. Sejam lebih gue nunggu, hujan nggak kunjung reda. Karena hujan terlampau deras, gue nggak bisa nyari taksi di pinggir jalan dong. Gue cuma bengong nungguin hujan di emperan caf�. Sampai akhirnya, datang seorang anak kecil nyamperin gue sambil bawa payung. �Mau pergi ya bang?� Tanyanya sambil mengelap wajahnya yang basah. Gue lumayan heran, dia bawa payung, tapi kok payungnya nggak dipake? �Iya dek.. Mau nyari taksi, tapi masih ujan.� �Ayo bang, aku anter ke pinggir jalan pake payung sampai nemu taksi.� Anak itu dengan ramah menawarkan bantuan. �Serius?� Gue agak kaget melihat tawaran anak itu. Gue kaget karena konon, sebagian orang Jakarta itu individualis. Susah buat bantuin orang lain. Terlalu sibuk sendiri. �Serius lah! Ayo!...