Skip to main content

5 Masalah Hidup Yang Bisa Diatasi Oleh Smartphone

Dua belas tahun yang lalu, tepatnya saat gue masih duduk di meja STM, memiliki hape adalah hal yang sangat jarang ditemui bagi orang-orang di kota gue. Dan saat itu, Nokia 3310 yang udah sangat canggih pada zamannya. Punya tuh hape, pasti pengin pamer ke mana aja. Biasanya tuh hape dikalungin di leher, atau ditaroh di kantong depan biar nongol bagian layarnya, sehingga orang-orang takjub, �Wow! Dia punya hape Nokia 3310!�. Dan kalo lagi terjebak tawuran, ngelemparin Nokia 3310 ke jidat lawan, niscaya akan membuatnya gegar otak sesaat.


Padahal, fitur hape zaman itu tuh belum secanggih zaman sekarang. Komunikasi cuma bisa dilakukan via dua cara: Telpon dan SMS. Udah gitu, tarifnya juga nggak semurah sekarang. Bayangkan, mengirim 1 SMS doang (iya, teks doang), tarifnya adalah Rp. 350. Itulah kenapa pelaku LDR di zaman itu masih sangat sedikit. Soalnya, kalo setiap hari mereka ngirim 100 SMS aja buat ngobrol apa pasangan, niscaya dalam setahun mereka bakal makan betis sendiri buat bertahan hidup tanpa uang.

Tapi di zaman sekarang, hape udah canggih, bahkan sebutannya bukan lagi Handphone, melainkan Smartphone. Iya, hape zaman sekarang itu emang pintar-pintar. Bahkan, kadang lebih pintar dibanding penggunanya. Di postingan kali ini, gue mau bahas tentang gunanya Smartphone dalam mengatasi masalah hidup para penggunanya. Here they are:

Membantu pekerjaan
Dengan dukungan OS yang canggih, smartphone zaman sekarang udah bisa disebut sebagai komputer kantong. Banyak aplikasi kantoran (Excell, Word, Powerpoint) yang bisa dijalankan di smartphone juga.


Sehingga, penggunaan Smartphone ini benar-benar sangat membantu pekerjaan orang tanpa perlu menenteng CPU di punggung mereka.

Membantu melawan kebosanan
Semua smartphone pastinya juga memiliki market/download center sendiri, sehingga penggunanya bisa dengan bebas memilih aplikasi apaaa aja yang mereka mau. Dan di saat bosan melanda, pengguna bisa milih, mau main game atau dengerin lagu, atau nonton video di Youtube. Zaman dulu mah, kalo lagi bosen ngantre di bank, paling dengerin ringtone polyponik di hape jadul.


Atau, bikin ringtone.

Mempermudah komunikasi
Ini yang membuat Smartphone semakin digandrungi. Berbeda dengan hape jadul yang cuma bisa ngirim SMS dan nelpon, Smartphone mengandalkan internet untuk mempermudah komunikasi kita. Bisa VoIP (telpon via internet), maupun Video Call sehingga kita bisa ngeliat langsung wajah orang yang kita ajak bicara meskipun berada di tempat yang berbeda. Kalo masih suka obrolan teks, bisa pilih ratusan aplikasi chatting yang juga mengandalkan internet. Tarifnya? Nggak mahal kayak dulu lah. Internet mempermudah dan mempermurah komunikasi.

Mempermudah proses belajar
Zaman dulu, untuk nyari info tentang sebuah teori, kita harus ke perpustakaan, lalu mengobrak-abrik rak-raknya untuk menemukan buku yang dimaksud. Tentu hal itu nggak cuma boros tenaga, tapi juga boros waktu.

Zaman sekarang, berkat internet yang udah dengan lancar mendukung smartphone, mencari info itu semudah: Ketik->klik search->nemu hasilnya. Makanya, smartphone memang sangat mempermudah proses belajar penggunanya.

Nggak cuma soal akademis. Gue, sebagai orang baru di Jakarta, akhirnya bisa mengenali jalanan Jakarta juga berkat smartphone. Gue berani main ke sana-sini berkat aplikasi maps (GPS) di smartphone gue, sehingga setiap kali gue jalan, gue nggak perlu berhenti dan nanya-nanya penduduk lokal tentang jalur yang harus gue tempuh untuk pulang. Dan alhamdulillah, gue nggak pernah nyasar sampai Azkaban.

Menjadi asisten pribadi
Nggak punya pacar di zaman sekarang, tidak semenyiksa zaman dulu. Rasa kesepian dengan mudah bisa dihapuskan oleh smartphone. Mau nyari temen, tinggal pake aplikasi sosial media, mau nyari hiburan, tinggal buka Youtube atau game.

Nah, kalo kamu hidup sendiri, pastinya kamu sering lupa buat ngelakuin sesuatu karena nggak ada yang ngingetin, kan?

Tenang, Smartphone bisa menjadi asisten pribadimu setiap saat. Ada aplikasi reminder maupun schedule di smartphone yang akan mengingatkanmu tentang agenda-agenda yang nggak boleh terlewatkan. Dengan begitu, meskipun sedang hidup sendiri, kamu nggak akan kesepian lagi. Ada yang ngingetin makan, ibadah, dan ngingetin mantan.

Nah, itu adalah lima hal yang bisa smartphone lakukan untuk memperingan hidup kita. Sebenarnya masih banyak hal lain lagi yang bisa dilakukan oleh smartphone. Tapi nggak mungkin bisa gue bahas semua di sini.


Dengan menulis postingan ini, gue harap pengguna smartphone di negeri ini semakin meluas, sehingga orang-orang di daerah pun bisa menikmati manfaat smartphone. Dan mereka tidak tertinggal dari orang-orang kota. Sudah waktunya kita mengajak semua orang untuk merasakan manfaat kemajuan teknologi juga. 

Jadi, buat yang belum berani nyicipin smartphone, ayo deh coba dari sekarang. Nggak serem kok. Dan smartphone itu nggak selalu mahal. Ada buanyak pilihannya yang bisa kamu sesuaikan dengan keperluanmu. Akan lebih baik lagi buat kamu yang udah punya smartphone, beliin juga ortumu smartphone. Biar semakin dekat dengan keluarga, meskipun secara fisik tak bersama. Jangan takut buat upgrade ke hal yang lebih baik. Mari kita upgrade Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Heboh, Kakek Asal Karawang Ini Bernama Kanjut

Heboh, Kakek Asal Karawang Ini Bernama Kanjut - Kakek yang berasal dari Karawang ini disebut-sebut memiliki nama yang aneh yaitu bernama kanjut. Dikutip Merdeka.com Namanya mendadak tenar di sosial media dan beberapa aplikasi layanan pesan gratis, akibat capture dari Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Indonesia Sehat miliknya tersebar luas. Ketenaran itu pun akibat nama Kanjut memiliki arti alat kelamin pria dalam bahasa Sunda. Berdasarkan penuturan kakek jago silat tersebut, dirinya terlahir dengan nama Rasyid. Namun akibat sering menderita sakit saat usia 6 Tahun, Mantri setempat pun meminta kedua orang tuanya untuk mengganti nama Rasyid dengan Kanjut.  Image From : Merdeka.com "Nama asli mah Rasyid, cuma karena sering sakit, disuruh ganti nama sama Mantri Narim menjadi Kanjut," ungkap kakek yang berprofesi sebagai buruh tani tersebut. Usai berganti nama, sakit yang diderita oleh Kanjut pun akhirnya sembuh. Untuk diketahui, kebanyakan orang tua dahulu percaya bahwa sakit yang d...

Inilah Dosa 24 Jam Seorang Wanita Di Facebook

Inilah Dosa 24 Jam Seorang Wanita Di Facebook - Facebook merupakan search engine terbesar di dunia. Jumlah pengguna facebook sendiri sudah berapa juta di Indonesia. Karena facebook adalah salah satu sosial media yang mudah digunakan serta bisa berkomunikasi dengan orang-orang jauh dengan cara komentar atau mengirim pesan. Dengan adanya facebook juga kita bisa berbisnis online dan melakukan beberapa hal yang positif di dalam sosial media ini. Tapi,tahukah Bagi kalian wanita yang sering aktif di Facebook tahukah anda tentang hukum seorang wanita memajang foto wajahnya di facebook? Beberapa orang banyak yang kurang setuju dengan kegunaan Facebook. Karena banyak wanita yang menggunakan foto pribadinya sebagai foto profil di facebook. Biasanya mereka akan memilih foto yang paling cantik dan bagus. Hal ini membuat semua orang, termasuk laki-laki dapat melihat foto secara detail. Yang menyebabkan mereka tidak setuju dengan manfaat media sosial ini. Bahkan mereka berpendapat bahwa wanita canti...

Terungkap, Sebelum Ada Toilet Dulu Tinja Dibuang Lewat Jendela

Terungkap, Sebelum Ada Toilet Dulu Tinja Dibuang Lewat Jendela -  Sebelum ada toilet, dulu tinja dibuang lewat jendela. Bisa dibayangkan betapa jorok dimasa lalu masyarakat masih belum mengerti akan sistem pembuangan kotoran dan kebersihan. Tentunya kita harus berterima kasih kepada penemu toilet, sekarang dengan toilet kita bisa menjaga kebersihan diri sendiri. Lalu seperti apa perkembangan dari toilet hingga saat ini? Sejarah Sebelum Ada Toilet, Dulu Tinja Dibuang Lewat Jendela Berikut perkembangan sejarah toilet dan sanitasi di dunia: 1. Sebelum ditemukan toilet pertama, masyarakat di Inggris, London merasa kesulitan untuk membuang air besar dan kecil. Pertama cara yang digunakan adalah menggunakan pispot lalu dibuang di parit. Karena semakin banyak warga maka cara tersebut tidak efisien dan tidak ramah lingkungan. Bagi masyarakat London yang tinggal di rumah susun merasa kesulitan karena harus naik turun tangga untuk membuang kotoran, dan alhasil mereka membuang isi pispot lewa...