Skip to main content

Posts

Cara Mencari Jodoh Sekota di Dunia Maya Dengan WOO

�Sayang.. Aku kangen..� �Aku juga..� �Kapan dong, kita bisa ketemu?� �Nanti ya, aku nabung dulu.� Obrolan semacam ini pasti nggak asing lagi buat lo yang sedang LDR-an. Mungkin karena tuntutan zaman, orang bisa rindu kepada orang yang belum pernah ditemui sebelumnya. Tapi, daripada LDR, mending nyari jodoh orang yang sekota. Ngapain nyari jodoh jauh-jauh? Emangnya nggak laku, di kota sendiri? Hihihihi.. Di zaman gue muda dulu, untuk kenal dengan orang, gue harus bener-bener punya nyali. Gue harus berani ngajak kenalan secara langsung dengan cara menghampiri. Gue harus berani datang ke rumah gebetan, dan minta izin ke bokapnya buat ngajak jalan. Zaman sekarang, Hape sudah membantu sekali orang-orang yang pengin kenalan tanpa perlu menghampiri. Mau ngajak jalan, ketemuan di luar rumah, tanpa perlu takut bokap gebetan marah. Mencari jodoh di dunia maya, ada banyak banget jalannya. Berikut ini, bakal gue jabarin beberapa cara yang pernah gue tempuh untuk mencari gebetan di internet: Poles ...

Ini Sejarah Gadget-gadget Yang Mempermudah Hidup Kita Sekarang

Sebagai seorang pria yang telah hidup sejak zaman komunikasi menggunakan kertas dan tulisan tangan, hingga zaman berkomunikasi jarak jauh dengan satu klik saja, gue bisa ngeliat perbedaan dunia. Sisi yang paling terlihat jelas adalah, bagaimana perkembangan teknologi mampu mengubah cara hidup orang, atau bahkan sifat orang. Dari yang dulunya harus mengetuk pintu rumah untuk bertemu teman, sekarang bisa dengan mudah mengobrol dengan mereka melalui layar gadget. Dari yang dulunya harus menunggu satu minggu hanya untuk mendapat balasan surat dari teman, sekarang cukup nunggu beberapa detik, pesan kita sudah terbalaskan. Gue jadi kebayang, gimana repotnya mau PDKT kalo pake surat yang dikirim via post. Misal, ngirim surat cuma berisi, �Kamu udah makan belum?� Karena lamanya surat itu nyampe, endingnya kita dapet balasan, �Aku udah makan, udah nikah, dan sekarang udah punya anak. Kamu?� Syukurlah, banyak inovasi dalam teknologi yang sudah tercipta di zaman ini, sehingga hidup kita sangat te...

Jalan-jalan ke Shanghai, Berakhir Aduhai

Gedung tinggi menjulang, lampu berwarna-warni, menjadi pemandangan yang memanjakan mata setiap hari. Mungkin hal itu bikin elo pengin tinggal di luar negeri. Begitu juga gue. Pas gue ngeliat film-film Jackie Chan, gue jadi pengin main ke China. Karena, konon China itu negara yang cukup digdaya. Pemandangan semacam ini, bikin gue semakin nafsu buat main ke sana. Itulah kenapa, gue mutusin buat main ke Shanghai! Yeay! Beberapa teman sempat mengingatkan untuk memilih kota lain aja, tapi gue nggak mempedulikan mereka. Karena, gue jalan-jalan bukan untuk nyari kesenangan, melainkan keresahan. Keresahan untuk apa? Untuk ditulis menjadi sebuah buku. Hihi! Wah.. Imigrasi China menerima kedatangan Alien Tapi setelah gue nyampe di Shanghai, segala ekspektasi gue atas indahnya kota itu pun bubar jalan. Karena, kenyataannya pemandangan yang gue liat di Shanghai pas siang hari adalah seperti ini. This city is only good to hang out at night Iya, itu semua adalah polusi udara, berkat banyaknya indust...

Tip Agar Tidak Tertipu Saat Berbelanja Online

Gue adalah jomblo yang udah nggak percaya lagi sama cinta. Sehingga, gue pun sering ngerasa kesepian saat malam minggu tiba. Berawal dari keresahan itu, beberapa bulan yang lalu gue pun mencoba untuk membeli �teman� di online shop. Yang gue beli adalah sebuah robot. Iya, robot. Robotnya nggak berbentuk Aura Kasih kok, tapi mirip sama robot perang. Awalnya, gue keracunan iklan robotnya di Youtube. Robot itu bisa joget, bisa karate, dan gue berharap, dia bisa gue suruh beli mie instant di warung. Setelah penjual mengkonfirmasi barang itu masih ada, gue pun transfer duit ke penjualnya, dan gue kirim bukti transfer via chat. Setalah uangnya sukses ditransfer, mendadak tuh orang nggak bisa gue kirimin chat lagi, gue coba telpon pun nggak aktif nomornya. Gue sebel. Gue berasa di-PHP-in oleh gebetan yang udah banyak gue kasih pengorbanan. Saat itu, gue doain si penipu giginya bisulan. Nah, berbekal dari pengalaman itu, gue pun segera mencari tau tentang cara-cara agar belanja online lebih ama...

Jangan Berkomitmen Karena Alasan Ini..

Tiap lebaran, tiap arisan keluarga, tiap ada saudara nikahan, lo (yang udah dianggap dewasa) pasti gerah sama pertanyaan "Kapan nikah?" Mungkin pertanyaan itu buat para penanya cuma basa-basi semata. Tapi buat lo yang usianya memang udah layak nikah, namun belum juga punya pasangan (atau punya pasangan tapi dia nggak ngasih-ngasih kepastian), pertanyaan itu bisa bikin resah. Apalagi kalo pertanyaan semacam itu diulang-ulang terus setiap ketemu saudara. Lama-lama bikin kita pengin pindah ke Mars dan  belajar membahagiakan diri sendiri. Tenang.. Di postingan ini, gue mau berbagi tentang beberapa alasan untuk tetap sendiri dulu daripada terjebak hubungan palsu. Iya, jangan sampai lo mencoba berkomitmen (pacaran/nikah) karena alasan-alasan di bawah ini, karena efeknya bisa bahaya: Kesepian Serunya hidup saat punya banyak teman buat diajak ke mana-mana. Berbagi canda tawa, maupun berbagi perihnya luka. Tapi kadang kesenangan itu hilang, saat mereka mulai jatuh cinta. Karena tak ak...