Skip to main content

Posts

Beberapa Curhatan Absurd di LegaTalk

Jadi kemarin gue nemu aplikasi lucu. Namanya Legatalk. Dari namanya, gue nyoba nebak-nebak artinya apa. LegaTalk = Lega setelah bicara. Iya, mungkin maksudnya, orang yang abis curhat di LegaTalk bakal ngerasa lega hatinya karena nggak ada yang perlu dipendam lagi. Dan yang paling penting, nggak perlu takut ketauan orang. Iya, jadi curhat di LegaTalk ini, nama lo nggak bakal nongol, dan orang-orang nggak bakal bisa nebak siapa yang nulis curhatan itu. So, lo bisa dengan SANGAT BEBAS bahas apa aja di LegaTalk. Nah, berkat jaminan keamanan dan kenyamanan buat curhat ini, akhirnya nongol deh banyak curhatan-curhatan �ajaib� yang gue temuin di LegaTalk. Penasaran? Yuk kita cek curhatan-curhatan itu. Back Talker Beberapa curhatan di atas adalah contoh curhatan orang yang belum cukup bernyali untuk ngomong langsung ke orang yang dia maksud. Mungkin dia takut kalo ngomong, suasana akan jadi lebih buruk. Tapi kalo disimpen sendiri, hati juga jadi bau busuk. Makanya dia lemparin deh keluh kesahn...

Tentang Kegagalan

"Bersyukurlah saat mengalami kegagalan. Itu artinya Tuhan sudah merespon usaha kita." Quote itu gue dapetin dari sebuah pengalaman yang panjang dan pedih. Dulu gue sempat dicap sebagai manusia gagal oleh keluarga besar, pasca gue ketauan make narkoba, punya hutang di mana-mana buat judi, dan mengalami cacat fisik pasca kecelakaan. Banyak judgement yang muncul dari mulut orang-orang, dan rata-rata bisa bikin kuping gue berkunang-kunang. Kalimat yang sering nongol adalah, "Orang cacat gini mah, gak mungkin jadi pegawai kantoran!" "Ngapain kuliah? Ijazahmu nggak bakal berguna, karena tubuhmu sudah tak sempurna." "Kamu sudah tidak punya masa depan. Bisanya cuma malu-maluin keluarga!" Itu adalah titik di mana gue ngerasa kayak orang yang nggak punya siapa-siapa di dunia. Yang gue punya ya cuma diri gue sendiri. Bunuh diri? Sebagai cowok yang baru aja ngalamin masa puber, waktu itu gue emang sempat kepikiran ide gila semacam itu. Namun, saat gue inget ...

Enam Alasan Gue Milih Sony Xperia Z2

Ceritanya kemarin gue lagi hunting hape di Mangga Dua. Nah, di sana ada ratusan atau bahkan ribuan smartphone. Gue suka heran, kenapa rata-rata hape yang dijual tuh buatan China ya? Mungkin ada ratusan merk hape yang berasal dari China. Gue ampe bayangin, jangan-jangan di China sana, orang punya pabrik handphone di rumah masing-masing yang bentuknya kayak pabrik kerupuk rumahan di Indonesia. Atau mungkin, orang-orang China sana, pada berkebun handphone di belakang rumah? Nah, di saat gue bingung dan linglung karena terlalu banyak pilihan, dan gue bener-bener pengin sebuah smartphone yang nggak biasa, tahan banting, dan nggak lemot serta canggih, tiba-tiba turun seorang kokoh-kokoh bermata sipit dari plafon. Dia memakai kostum yang mirip banget sama mbah Dumbledore di film Harry Potter. Seakan dia mengerti kebingungan gue, dia pun mengucapkan sebuah kalimat, "Anak muda.. Ikutilah saya.." Seakan dihipnosis, gue pun mengikuti kokoh-kokoh itu berjalan menyusuri lorong yang berisi...

Beberapa Tipe Pengguna Jalan Yang Menyebalkan

Kemarin gue lagi jalan menuju kantor, terus di depan gue ada bapak-bapak yang nampol kepala anaknya gara-gara si anak ngejatuhin sendal yang dia pakai saat sedang diboncengin. Karena posisi gue ada di belakang mereka, gue pun ngambilin sendal yang jatuh itu. Sendal itu gue kasih ke si bocah, terus gue mencoba menegur bapak yang tadi mukulin kepala anaknya gara-gara hal sepele tersebut. �Pak.. Jangan main tangan ah.. Apalagi kepada anak kecil.� Gue memegang pundak bapak itu, lalu gue melanjutkan. �Lihat.. Anak anda menangis sesenggukan. Anda tahu kenapa?� Bapak itu hanya menggelengkan kepalanya dengan tatapan penasaran. Gue kembali ngomong. �Anak ini menangis, karena dia berfikir anda sebagai orang tuanya adalah tempatnya untuk berlindung dari segala masalah di dunia. Bapaklah yang menjadi jagoannya. Tapi, di saat bapak memukulnya, bukan tubuhnya yang tersakiti, namun kepercayaannya kepada bapak lah yang tersakiti dan hancur. Dia ketakutan, karena dia merasa tidak ada lagi yang mau meli...

Kenapa Memilih Untuk Sendiri?

Gue punya temen, namanya Supri. Di usianya yang sudah menginjak kepala tiga itu, dia masih hidup sendiri. Tapi gue nggak ngeliat dia kesepian, gue nggak ngeliat dia galau, yang gue liat dia selalu ceria. Setiap pulang dari kantor, dia suka menari-nari di depan pintu kamar sebelum dia menusukkan kunci ke gagang pintu. Kadang dia nari balet, kadang dia breakdance, dan terakhir gue liat dia melakukan tarian pemanggil hujan, dia kesamber petir. Gue sempet kepikiran kok bisa dia tetap selalu ceria di saat usianya sudah cukup matang untuk berkeluarga, namun dia tidak memiliki kehidupan asmara? Sebagai teman yang baik, gue mencoba untuk menjadi manusia. Ya, manusia yang bisa berkomunikasi dari hati ke hati. Gue nggak mau nanyain ke orang lain tentang Supri yang mungkin akan berujung gossip. Gue milih untuk langsung nanyain ke orangnya. "Pri.. Kok lo bisa tetep ceria terus sih meskipun elo jomblo?" Gue nanya ke doi sambil nyemir ban motor gue. "Ha? Tumben lo tanya beginian?...

Beberapa Cara Untuk Jadi Pribadi Yang Menarik

Suatu pagi, Supri membawa seikat bunga untuk diberikan kepada Ningsih, cinta pertamanya sejak sama-sama belajar di TK Salero Bundo. Ningsih kini sudah tumbuh dewasa, tingginya 190cm, karena Ningsih suka memakai higheels sepanjang 25cm. Supri sudah mencoba berulang kali menunjukan isi hatinya kepada Ningsih, namun bukan hanya ditolak, Ningsih malah tak pernah tahu bahwa Supri pernah tercipta di dunia. Kenapa? Karena Supri tak pernah berhasil untuk mengajak Ningsih bicara empat mata. Setiap dia berada di dekat Ningsih, nyalinya menghilang begitu saja. Supri selalu mendadak merasa seperti kehilangan semua tulang di tubuhnya. Pagi itu, Supri sudah mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengajak Ningsih bicara dengan berbekal seikat bunga. Dia sudah merancang rencana untuk berkenalan itu sejak 10 taun yang lalu. Dia ingin berkenalan dengan Ningsih, lalu memberikan seikat bunga yang dia bawa. Di dalam seikat bunga itu, Supri meletakan sebuah surat yang berisi segala kesan-kesan indahnya atas...